Publikasi Ilmiah
PROFIL
PELAJAR PANCASILA
SEBAGAI WUJUD
PENGUATAN KARAKTER SISWA
Oleh: Ita Susanti, S.Pd
Guru Bimbingan dan Konseling
SMK Negeri 2 Pangkalpinang
Pelajar merupakan ujung tombak bagi setiap bangsa, karena mereka memegang titipan harapan akan kemajuan bangsa dan negara khususnya bangsa negara kita yakni Indonesia. Pelajar diharapkan mampu berkiprah dalam persaingan global yang sangat kompetitif. Harapan tersebut sangatlah masuk akal mengingat merekalah yang nantinya akan melanjutkan pembangunan Indonesia, pendidikan dan pemerintahan dimasa mendatang. Salah satu contoh permasalahan yang hingga saat ini tak terselesaikan yakni kenakalan remaja dan tawuran antar pelajar yang merupakan salah satu contoh fenomena yang menjadi cerminan bahwa pelajar tidak mampu melakukan kontrol diri mereka, karena pelajar tersebut tidak mengontrol emosi dan perilaku yang mereka miliki sehingga cenderung mudah terpancing emosi dan lepas kendali. Begitu juga permasalahan-permasalahan lainnya yang masih sulit untuk diberantas seperti Perundungan, Degradasi adab kepada orang tua maupun guru, maraknya penyalahgunaan Narkoba, obat-obatan terlarang yang dengan mudahnya dapat masuk dikalangan para pelajar. Hal inilah yang masih menjadi pertanyaan untuk segera dijawab dan dicari solusinya dengan tindakan dan pencegahan.
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) saat ini tengah gencar-gencarnya membentuk Profil Pelajar Pancasila melalui Program Sekolah Penggerak yang mana siswa diharapkan dapat menjawab tantangan zaman serta tidak kehilangan kebijaksanaan dan nilai-nilai Pancasila. Profil Pelajar Pancasila merupakan perwujudan pelajar Indonesia sebagai pelajar sepanjang hayat yang memiliki kompetensi global dan berprilaku sesuai dengan nilai-nilai Pancasila. Dalam pelaksanaannya penguatan pembelajaran di sekolah tidak hanya menanamkan aspek-aspek pengetahuan dan keterampilan semata tetapi lebih menekankan pada aspek nilai, sikap, dan perilaku terutama dimasa Pandemi dimana kegiatan belajar mengajar dilaksanakan secara daring dirumah sehingga guru dalam hal ini tidak dapat memantau kegiatan siswa sepenuhnya. Secara tidak langsung orang tua dan keluarga memiliki peran aktif yang sangat tidak kalah pentingnya dalam pembentukan karakter yang mencerminkan nilai-nilai Pelajar Pancasila terutama pada nilai mandiri, beriman, bertakwa kepada Tuhan YME, dan berakhlak mulia disamping nilai-nilai lainnya seperti berpikir kritis dan kreatif yang akan melahirkan generasi yang bisa menjawab tantangan masa kini dan masa depan serta generasi yang memiliki karakter bangsa sebagai jati dirinya.
Sebagaimana yang dituangkan dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan atau Permendikbud Nomor 22 Tahun 2020 tentang Rencana Strategis (Renstra) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Tahun 2020-2024, yang berisi mengenai visi, misi, dan tujuan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Dimana visi dan misi tersebut adalah untuk mewujudkan Indonesia maju yang berdaulat, mandiri, dan berkepribadian melalui terciptanya Profil Pelajar Pancasila yang bertakwa kepada Tuhan YME, dan berakhlak mulia bernalar kritis, kreatif, mandiri, beriman, bergotong royong, dan berkebinekaan global. Berdasarkan latar belakang, tujuan, misi dan visi Kemendikbud (kementerian Pendidikan dan Kebudayaan) inilah kemudian digalakkan Program Sekolah Penggerak yang didalamnya berpusat pada Penguatan Project Profile Pelajar Pancasila dimana pendidikan dan pelatihan guru lebih ditekankan pada pengembangan kiat-kiat dan praktik baik internalisasi nilai Pancasila pada semua mata pelajaran yang diterapkan, salah satunya diawali dengan penetapan enam ciri utama Profil Pelajar Pancasila yaitu; (1) Beriman, Bertakwa kepada Tuhan YME, dan Berakhlak Mulia; (2) Berkebhinekaan Global; (3) Bergotong Royong; (4) Mandiri; (5) Bernalar Kritis; dan (6) Kreatif.
Beriman, Bertakwa kepada Tuhan Yang
Maha Esa, dan Berakhlak Mulia
Pelajar Indonesia yang berakhlak mulia adalah pelajar yang
berakhlak dalam hubungannya dengan Tuhan Yang Maha Esa. Pelajar Pancasila
memahami ajaran agama dan kepercayaannya serta menerapkan pemahaman tersebut
dalam kehidupan sehari-hari. Pelajar Indonesia yang menghayati
keberadaan Tuhan dan selalu berupaya mentaati perintah serta menjauhi larangan.
Hal ini harus sesuai dengan ajaran agama dan kepercayaan yang dianutnya.
Beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa diwujudkan ke dalam akhlak yang
mulia, baik dalam beragama, akhlak yang baik kepada diri sendiri, kepada sesama
manusia, kepada alam dan kepada negara Indonesia.
Berkebinekaan Global
Pelajar Indonesia mempertahankan kebudayaan luhur,
lokalitas, identitas, dan tetap berpikiran terbuka dalam berinteraksi dengan
budaya lain. Perilaku Pelajar
Pancasila ini menumbuhkan rasa saling menghargai dan memungkinkan terbentuknya
budaya baru yang positif dan tidak bertentangan dengan budaya luhur bangsa. Pelajar
Indonesia yang berkebinekaan global memiliki identitas diri yang matang, mampu
menunjukan dirinya sebagai representasi budaya luhur bangsanya, sekaligus
memiliki wawasan serta keterbukaan tentang eksistensi ragam budaya daerah,
nasional dan global. Pelajar
Indonesia memiliki sikap menghormati keberagaman dan toleransi
terhadap perbedaan.
Gotong royong
Pelajar Indonesia memiliki kemampuan untuk melakukan
kegiatan secara bersama-sama dengan suka rela agar kegiatan yang dikerjakan
dapat berjalan lancar, mudah dan ringan. Pelajar Indonesia
memiliki kemampuan untuk melakukan kolaborasi dengan sukarela agar kegiatan
yang dikerjakan dapat berjalan lancar dan mencapai tujuan untuk kebaikan
bersama. Pelajar Indonesia selalu berusaha melihat kekuatan-kekuatan yang
dimiliki setiap orang di sekitarnya, yang dapat memberi manfaat bersama.
Mencegah terjadinya konflik dan tidak memaksakan kehendak pada orang lain.
Mandiri
Pelajar Indonesia adalah pelajar yang mandiri, yaitu pelajar
Pancasila yang bertanggung jawab atas proses dan hasil belajarnya. Pelajar
Indonesia memiliki prakarsa atas pengembangan dirinya yang tercermin dalam
kemampuan untuk bertanggung jawab, memiliki rencana strategis, melakukan
tindakan dan merefleksikan proses dan hasil pengalamannya. Untuk itu, pelajar
Indonesia perlu memiliki kesadaran akan diri dan situasi yang dihadapi serta
memiliki regulasi diri.
Bernalar Kritis
Pelajar yang bernalar kritis adalah Pelajar Pancasila yang mampu secara
objektif memproses informasi baik kualitatif maupun kuantitatif, membangun
keterkaitan antara berbagai informasi, menganalisis informasi, mengevaluasi,
dan menyimpulkannya berdasarkan data dan fakta yang
mendukung, sehingga dapat membuat keputusan yang tepat dan berkontribusi
memecahkan masalah dalam kehidupan, serta terbuka dengan penemuan baru. Untuk
bernalar kritis, pelajar Indonesia perlu memperoleh dan memproses
informasi serta gagasan dengan baik, lalu menganalisa dan mengevaluasinya,
kemudian merefleksikan pemikiran dan proses berpikirnya.
Kreatif
Pelajar yang kreatif adalah pelajar Pancasila yang mampu
memodifikasi dan menghasilkan sesuatu yang orisinal, bermakna, bermanfaat, dan
berdampak dalam bentuk gagasan, tindakan, dan karya nyata
secara proaktif dan independen untuk menemukan cara-cara lain dan berbeda untuk
selalu berinovasi.
Pelajar Indonesia yang kreatif adalah pelajar yang mampu menghasilkan gagasan, karya dan tindakan yang orisinil, memiliki keluwesan berpikir dalam mencari alternatif solusi permasalahan.
Bagaimana
agar Profil Pelajar Pancasila ini dapat terwujud dan dapat diimplementasikan di
sekolah? Profil Pelajar Pancasila merupakan
karakter dan kemampuan yang dibangun
dalam keseharian dan dihidupkan dalam diri setiap individu peserta didik
melalui budaya satuan pendidikan, pembelajaran intrakurikuler, Project Penguatan
Profil Pelajar Pancasila, maupun ekstrakurikuler. Tentunya program ini tidak
akan berhasil dengan begitu saja, tetapi harus didukung dengan Sekolah
Penggerak yang didalamnya memiliki kepala sekolah yang berkompeten, tenaga
pendidik yang super dan berkualitas, serta komunitas dan lingkungan yang
mendukung sepenuhnya, tidak hanya partisipasi orang-orang di lingkungan sekolah
itu saja melainkan juga membutuhkan kontribusi dari berbagai pihak termasuk
publik khususnya orang tua siswa sebagai Mitra sekolah yang kuat untuk
bersama-sama bersinergi membentuk Profil Pelajar Pancasila sebagai Wujud
Penguatan Karakter Siswa.
Komentar
Posting Komentar